# Perjanjian Lama

Posts

Maleakhi

Nov 9, 2025

Kitab Maleakhi adalah teguran terakhir dari Tuhan kepada umat-Nya setelah kembali dari Babel, menyoroti kemunafikan dan ritualisme kosong. Dalam enam debat, Tuhan menunjukkan kasih-Nya, mengecam para imam yang mempersembahkan kurban cacat, dan mengingatkan umat tentang keadilan yang akan datang. Kitab ini juga menekankan pentingnya ketaatan dalam perpuluhan dan memperingatkan tentang Hari Tuhan yang akan datang, di mana orang-orang yang setia akan dipisahkan dari yang fasik. Akhir kitab menantikan kedatangan nabi Elia untuk mempersiapkan jalan bagi Hari Tuhan.

Mikha

Nov 9, 2025

Kitab Mikha menekankan keadilan sosial, kecaman terhadap pemimpin korup, dan nubuat tentang kedatangan seorang Raja dari Betlehem. Mikha, seorang nabi dari Moresyet-Gat, menyoroti dosa-dosa Israel dan Yehuda, menyerukan pertobatan, dan menjanjikan pemulihan bagi umat. Kitab ini berisi pesan etika tentang keadilan dan rendah hati di hadapan Tuhan, serta harapan akan kedamaian universal dan belas kasihan Tuhan meskipun ada hukuman. Mikha berakhir dengan keyakinan bahwa Tuhan akan mendengar dan mengangkat umat-Nya kembali.

Nahum

Nov 9, 2025

Kitab Nahum berfokus pada nubuat penghukuman terhadap Niniwe, ibu kota Asyur, sebagai penghiburan bagi Yehuda. Pesan utama adalah keadilan Tuhan yang tidak akan membiarkan kejahatan berlangsung selamanya. Niniwe, yang sebelumnya bertobat, kini dihukum karena kekejaman dan penindasan. Kitab ini menggambarkan kehancuran Niniwe melalui gambaran pertempuran dan dakwaan hukum, menegaskan bahwa kejatuhan kota yang sombong ini adalah pasti, mirip dengan kejatuhan No-Amon. Kesombongan Niniwe akan dihukum, dan keadilan Tuhan akan ditegakkan.

Obaja

Nov 9, 2025

Kitab Obaja, yang ditulis oleh nabi Obaja, mengandung nubuat tentang kejatuhan Edom akibat kesombongan dan pengkhianatan terhadap Yehuda, serta janji pemulihan bagi Israel. Kitab ini menyoroti penghakiman ilahi terhadap Edom dan alasan di baliknya, termasuk tindakan acuh tak acuh mereka saat Yerusalem jatuh. Di akhir, terdapat harapan pemulihan di mana umat Israel akan kembali dan TUHAN akan menjadi raja, menegaskan keadilan dan kedaulatan Allah.

Yunus

Nov 9, 2025

Kitab Yunus mengisahkan tentang seorang nabi yang diutus Tuhan untuk memperingatkan kota Niniwe, yang terkenal brutal. Meskipun awalnya melarikan diri, Yunus akhirnya taat dan menyampaikan pesan pertobatan, yang direspons dengan serius oleh penduduk Niniwe, termasuk rajanya. Tema utama mencakup rahmat Tuhan yang universal, pentingnya ketaatan, dan kekuatan pertobatan. Cerita ini juga menyoroti kontras antara respons cepat orang kafir dan ketidaktaatan Yunus, serta mengajak pembaca untuk merenungkan kasih Tuhan yang melampaui batasan nasionalisme.

Zakharia

Nov 9, 2025

Kitab Zakharia, ditulis oleh Nabi Zakharia pasca-pembuangan Babel, berisi penglihatan dan nubuat tentang pembangunan Bait Suci dan kedatangan Raja Mesianik. Pesan utama mencakup panggilan untuk pertobatan, pentingnya kekuatan Roh Tuhan dalam pembangunan, serta nubuat tentang penolakan dan penderitaan Sang Mesias. Kitab ini juga menjelaskan peran penting tokoh-tokoh seperti Zerubabel dan Yosua, serta menekankan pemulihan Yerusalem dan penghakiman akhir yang akan datang.

Zefanya

Nov 9, 2025

Kitab Zefanya adalah nubuat yang berfokus pada "Hari TUHAN," menggambarkan penghakiman ilahi yang akan datang atas Yehuda dan bangsa-bangsa, diikuti oleh janji pemulihan bagi umat yang setia. Penulis, Nabi Zefanya, menekankan pentingnya pertobatan dan kerendahan hati, serta mengkritik penyembahan berhala. Setelah penghakiman, TUHAN berjanji untuk memulihkan sisa umat yang rendah hati, yang akan menyembah-Nya dengan satu hati, mengakhiri dengan sukacita dan kehadiran-Nya di tengah umat-Nya.

1 Tawarikh

Nov 9, 2025

Kitab 1 Tawarikh ditulis setelah kembalinya bangsa Israel dari pembuangan, berfungsi untuk meneguhkan identitas dan harapan mereka. Fokus utama adalah garis keturunan yang sah, penggambaran Daud sebagai raja ideal, dan pentingnya pembangunan Bait Suci. Silsilah yang panjang menegaskan identitas bangsa, sementara narasi tentang pemerintahan Daud menunjukkan persatuan dan ibadah yang benar sebagai dasar harapan bagi masa depan Israel.

2 Raja-Raja

Nov 9, 2025

Kitab 2 Raja-Raja mencatat kejatuhan kerajaan Israel dan Yehuda, dengan fokus pada pelayanan nabi Elisa dan Yesaya. Kisah ini menggambarkan kemerosotan spiritual, penyembahan berhala, dan konsekuensi tragis dari ketidaksetiaan umat Tuhan. Kerajaan Israel jatuh ke tangan Asyur, sementara Yehuda mengalami reformasi di bawah raja-raja seperti Hizkia dan Yosia, tetapi akhirnya juga hancur di bawah Kekaisaran Babel.

2 Tawarikh

Nov 9, 2025

Kitab 2 Tawarikh melanjutkan kisah bangsa Israel pasca pembuangan di Babel, berfokus pada Salomo dan pembangunan Bait Suci, serta siklus kesetiaan dan kemurtadan raja-raja Yehuda. Momen-momen reformasi di bawah raja seperti Asa, Hizkia, dan Yosia menunjukkan harapan, sementara raja-raja jahat seperti Ahas dan Manasye membawa kehancuran. Akhirnya, setelah kehancuran Yerusalem dan Bait Suci, ada janji pemulihan melalui dekret Koresh yang mengizinkan orang Yahudi kembali dan membangun kembali Rumah Tuhan.

Amsal

Nov 9, 2025

Kitab Amsal adalah kumpulan ajaran hikmat praktis yang bertujuan untuk membantu orang membuat keputusan yang baik. Tema sentralnya adalah kontras antara hikmat dan kebodohan, dengan penekanan pada pentingnya takut akan Tuhan. Terdiri dari undangan untuk memilih hikmat, kumpulan peribahasa praktis, dan ajaran tentang karakter, kitab ini menekankan bahwa kebijaksanaan adalah keterampilan moral dan pilihan hidup memiliki konsekuensi. Akhirnya, kitab ini menggambarkan sosok ideal "Istri yang Cakap" sebagai representasi hikmat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ayub

Nov 9, 2025

Kitab Ayub mengeksplorasi iman, penderitaan, dan kedaulatan Tuhan melalui kisah seorang pria saleh yang mengalami kehilangan besar dan penderitaan. Ayub mempertanyakan keadilan Tuhan dan berdebat dengan sahabat-sahabatnya yang berpegang pada teologi retribusi. Akhirnya, Tuhan menjawab tanpa memberikan alasan, menunjukkan keterbatasan pemahaman manusia. Ayub mengakui kebesaran Tuhan dan dipulihkan keadaannya setelah berdoa untuk sahabat-sahabatnya.